Adab adab Sunnah di Masjid Lengkap

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم
 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Adab Sunnah Masjid, adab dalam masjid islam, larangan di dalam masjid, adab masuk masjid dan surau ,doa masuk dan keluar masjid yang shahih, adab keluar masjid, kultum adab di dalam masjid, yang dilarang di masjid, adab pergi ke masjid.
Adab adab Sunnah di Masjid Lengkap
Adab adab Sunnah di Masjid Lengkap - Alhamdulillah, sekarang ini saya akan menulis lagi artikel mengenai mesjid dan adab adabnya yang perlu diperhatikan oleh umat Rasulullah SAW,  Berikuti Ini adalah Bab Masjid dan Adab adabnya :

☑ Dasar utama mendirikan masjid adalah takwa.(Alqur'an).* Barangsiapa mendirikan masjid,Allah akan mendirikan baginya disediakan bangunan seperti itu di Surga.(Muslim)

☑ Maksud masjid didirikan : ✓ Tempat shalat.(Muslim), ✓ Tempat dzikir.(Muslim), ✓ Tempat tilawat Alqur'an.(Muslim), ✓ Tempat majlis agama.(Bukhori,Muslim,Tirmidzi) ✓ Tempat ta'lim Alqur'an.(Tirmidzi,Bazzar) ✓ Tempat talim masail.(Tabrani) ✓ Pusat dakwah Islamiyah.(Bukhori,Muslim,Abu Dawud)

☑ Masjid hendaknya dibangun ditempat yang dekat dengan masyarakat yang mudah dikunjungi.(Ahmad,Abu Dawud)

☑ Masjid hendaknya sederhana,tidak terlalu mewah seperti orang Yahudi dan Nasrani yang memperelok gereja.(Abu Dawud).* Abu Darda ra,berkata,"Jika kamu mengukir ukir masjid,maka kehancuran akan menimpamu."

☑ Berlomba lomba memerindah masjid,mengakibatkan riya dan berbangga diri. Akhirnya jauh dari maksud sebenarnya mendirikan masjid. Sabda Nabi Saw,"Akan datang pada manusia 1 masa,dimana mereka akan berbangga bangga dalam membangun masjid,tetapi mereka tidak meramaikanya,kecuali sebagian kecil saja."(Syahrus Sunnah)

☑ Jika melihat masjid hendaklah membaca basmallah dan shalawat atas Nabi Saw.(Ahmad,Ibnu Majah)

☑ Masuk masjid hendaknya mendahulukan kaki kanan dengan niat i'tikaf.(Ibnu Nu'aim,Abu Dawud). Lafadhnya niat i'tikaf ialah :
NAWAITUL I'TIKAFA FII HAADZAAL MASJIDI LILLAHI TA'AALAA.

"Aku berniat i'tikaf didalam masjid ini semata mata karena Allah."
*Caranya: Melepaskan sendal kaki kiri dan diinjak oleh kaki kiri. Kemudian lepaskan sendal kaki kanan dan melangkah masuk.(Imam Nawawi)

☑ Masuk masjid disunnahkan membaca doa :
ALLAHUMMAFTAHLII ABWAABA ROHMATIKA.

"Ya Allah,bukakanlah untuku pintu rahmatMU."(Abu Dawud,Nasai)
☑ Keluar masjid hendaknya mendahulukan kaki kiri,dengan baca doa :
ALLAHUMMA INNII ASALUKA MIN FADLLIKA.

"Ya Allah,sesungguhnya aku memohon karuniaMU."(Abu Dawud,Nasai).* Cara : Melangkah keluar dengan kaki kiri dan injak sendal bagian kiri. Kemudian masukan kaki kanan ke sendal kanan,lalu masukan kaki kiri ke sendal kiri. (Imam Nawawi)
☑ Sunnah memberi wewangian dimasjid.(Nasai)

☑ Sunnah shalat 2 rokaat Tahyatu masjid ketika masuk masjid sebelum duduk.(Bukhori,Muslim,Tirmidzi).* Kecuali dimsjidil Haram,lebih utama dimulai dengan Thowaf untuk menghormatinya.

☑ Jika tidak sempat melakukan shalat Tahyyatul Masjid,maka bacalah,"Subhaanallah,wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar. 4 x.

☑ Dimasjid hendaknya hidup 4 amalan didalamnya,yaitu : 1). Dakwah.(Bukhori,Muslim), 2). Ta'lim wa ta'lum.(Muslim), 3). Dzikir ibadah.(Muslim), 4). Khidmat..

☑ Selama dimasjid hendaknya selalu menutup aurat.(Nasai)

☑ Sebaik baiknya tempat shalat laki laki adalah di masjid dan sebaik baiknya tempat shalat bagi wanita adalah dirumahnya.

☑ Masyarakat disekitar masjid hendaknya menghormati tamu tamu yang berziarah ke masjidnya,karena mereka adalah tamu Allah Swt.(Abi Syaibah)

HAL HAL YANG DIBOLEHKAN di Masjid

☑ Boleh mengeluarkan orang yang membawa bau bauan tidak enak dari masjid.(Nasai)

☑ Boleh tidur didalam masjid dengan niat i'tikaf.(Bukhori,Muslim)

☑ Sunnah membuat kemah didalam masjid untuk beri'tikaf pada 10 hari terakhir bulan Romadlon.(Nasai)

☑ Boleh menjadikan tempat ibadah umat lain sebagai masjid. Dan boleh membongkar kuburan untuk dijadikan masjid.(Nasai).* Maksudnya kuburan dipindahkan ketempat lain untuk dijadikan masjid.

☑ Boleh tidur,makan,dan minum dimasjid asalkan dengan niat i'tikaf.(Nasai)

HAL HAL YANG TIDAK DIBOLEHKAN di Masjid

☑ Tidak boleh menjadikan kuburan sebagai masjid.(Nasai).* Sebelumnya dibongkar(dipindahkan),tempat itu boleh dijadikan masjid.

☑ Tidak boleh meludah didalam masjid.(Nasai)

☑ Tidak boleh bersyair dan bernyanyi didalam masjid. Jika mendengar orang bernyanyi didalam masjid,dianjurkan berdoa,"Semoga Allah menghancurkan mulutnya." 3x. (Ibnu Sina,Nasai)

Tidak Boleh mengadakan jual beli dimasjid. Jika melihat orang berjual beli dimasjid,hendaknya berdoa,"Semoga Allah merugikan perdaganganya."(Tirmidzi,Nasai)

☑ Tidak boleh mencari barang hilang didalam masjid. Jika melihat orang mencari barang yang hilang didalam masjid,disunnahkan berdoa,"Ya Allah,semoga barangnya tidak ditemukan."(Muslim,Ibnu Majah)

☑ Tidak boleh membawa senjata terhunus kedalam masjid.(Thabrani,Nasai)

☑ Masjid tidak boleh dijadikan lintasan lewat.(Bukhori,Muslim)

☑ Tidak boleh menyatukan pintu masjid untuk wanita dan laki laki. Wanita tidak boleh masukdari pintu laki laki dan sebaliknya.(Abu Dawud)

☑ Tidak boleh bersuara keras,tertawa,bersenda gurau,berbicara sia sia dan makruh membawa bau bauan yang tidak enak,seperti : bau bawang,rokok,jengkol,pete,dan lainya,ke masjid.(Bukhori,Muslim).* Termasuk jangan buang angin didalam masjid.(Muslim)

☑ Tidak boleh memotong dan membersihkan kuku,rambut,mengibas kain dengan keras,menyisir rambut dan janggut,atau bersiwak didalam masjid. Perbuatan itu akan mengotori masjid. Dan jika ada kotoran,disunnahkan mengeluarkanya dari masjid.(Abu Dawud)

Semoga siap mengamalkan dan menyampakainya, untuk artikel lain tentang mesjid bisa melanjutkan membaca disini >> Adab adab Sunnah Masjid   artikel yang saudara baca ini adalah bersumber : Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari hari Lengkap Halaman 45 - 47.

Adab Sunnah Masjid, adab dalam masjid islam, larangan di dalam masjid, adab masuk masjid dan surau , doa masuk dan keluar masjid yang shahih, adab keluar masjid, kultum adab di dalam masjid, yang dilarang di masjid, adab pergi ke masjid.
Read more

Adab adab Sunnah BerQurban Lengkap

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم
 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Adab adab Sunnah BerQurban Lengkap, syarat orang berkurban, orang yang wajib berkurban, syarat qurban kambing, apakah berkurban harus aqiqah dulu, syarat orang yang wajib qurban, rukun qurban, syarat qurban idul adha, Bab Qurban dan adab adabnya
Adab adab Sunnah Qurban Lengkap
Adab adab Sunnah Qurban Lengkap - Alhamdulillah postingan ini membahas tentang Bab Qurban dan adab adabnya, semoga dengan adanya artikel ini bisa menambah ilmu saudara saudara dan siao diamalkan dan sampaikan. Berikut Bab Qurban dan adab adabnya :

☑ Dalil disyariatkannya kurban, “Maka, dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan sembelihlah kurban.” (Al-Kautsar: 2).

☑ Allah juga berfirman, “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syari’atkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang dikaruniakan Allah kepada mereka.” (Al-Hajj: 34).

☑ Orang yang disyariatkan untuk berkurban, adalah: Islam, Baligh dan berakal, Mampu.

Ciri Ciri Hewan Yang Sah Untuk Qurban

☑ Kurban yang paling utama ialah unta, kemudian sapi, kemudian kambing. Unta dan sapi untuk tujuh orang, dan kambing untuk satu orang. (Muslim).

☑ Unta disyaratkan telah masuk tahun ke-6. Sapi dan kambing telah masuk tahun ke-3. Dan domba telah masuk umur 2 tahun, atau telah gugur gigi depannya.

☑ Sebaik-baik kurban ialah yang telah gugur gigi-gigi depannya. (Ahmad).

☑ Selamat dari cacat yang mengakibatkan berkurang dagingnya. Ada empat hewan cacat yang tidak sah untuk berkurban; Binatang celak yang nyata celak matanya, Binatang sakit yang nyata sakitnya, Binatang pincang dan nyata pincangnya, dan Binatang kurus yang tidak bersungsum. (Tirmidzi, AbuDawud).

Waktu berqurban

☑ Waktu berkurban dimulai sesudah terbit matahari pada hari raya Idul Adha, sampai terbenamnya matahari pada hari Tasyriq yang terakhir. Hari Tasyriq ialah tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Semua hari Tasyriq adalah hari penyembelihan. (Ibnu Hibban).

☑ Jika menyembelih sebelum waktu tersebut, maka itu hanyalah daging hidangan biasa dan bukan termasuk ibadah. (Bukhari, Muslim).

Sunnah-sunnah Dan Adab BerQurban

☑ Apabila masuk hari kesepuluh dari bulan Dzulhijjah, dan ada niat untuk berkurban, maka disunnahkan agar jangan menghilangkan sedikit pun dari rambut dan kukunya sampai kurban terlaksana. (Muslim).

☑ Disunnatkan agar menyembelih sendiri hewan kurbannya. Jika tidak, karena ada udzur atau lainnya, hendaklah ia menyaksikan penyembelihannya.

☑ Pada tetasan pertama dari darah hewan kurban, akan mendapat ampunan atas dosa-dosa yang telah lewat. (Hakim).

☑ Sunnah bagi pemerintah atau imam kaum muslimin untuk berkurban dengan mengambil biayanya dari Baitul Maal untuk seluruh kaum muslimin. Nabi saw. mengurbankan seekor domba, seraya mengucapkan ketika menyembelihnya, “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, terimalah dari Muhammad, keluarga Muhammad dan umat Muhammad.” (Muslim).

☑ Boleh dimakan sebagiannya dan dianjurkan memberi makan kepada orang yang bukan peminta-minta juga peminta-minta. (Al-Hajj: 36).

☑ Jangan menjual kulit hewan kurbannya, sehingga tidak sah kurbannya. (Baihaqi).

Semoga tahun ini kita semua bisa berqurban dan siap mengamalkan dan menyampaikan apa yang sudah kita baca ini.  Adab adab Sunnah BerQurban Lengkap, syarat orang berkurban, orang yang wajib berkurban, syarat qurban kambing, apakah berkurban harus aqiqah dulu, syarat orang yang wajib qurban, rukun qurban, syarat qurban idul adha, Bab Qurban dan adab adabnya.
Read more

Adab adab Sunnah Hari Raya Lengkap

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم 
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Adab adab Sunnah Hari Raya Lengkap, sunnah sebelum shalat idul adha, sunah idul adha, sunnah sebelum shalat idul fitri, tata cara shalat idul fitri, Bab Hari Raya dan adab adabnya
Adab adab Sunnah Hari Raya Lengkap
Adab adab Sunnah Hari Raya Lengkap - Alhamdulillah semoga kita selalu dirahmati allah,sebelumnya saya yang doif ini minta ampun kepada allah SWT, dan minta maaf kepada tuan tuan yang sedang membaca artikel saya saat ini karena tidak menulis selengkap lengkapnya Bab Hari Raya dan adab adabnya ini :

☑ Disunnahkan memakai pakaian yang terbaik. Namun bukan berarti pakaian yang baru, setidak-tidaknya pakaian yang terlihat baik dan suci. (Bukhari).

☑ Rasulullah saw. sendiri mempunyai pakaian khusus yang dikenakan hanya pada hari Raya. (Ahmad).

☑ Sunnah menyantap makanan sebelum pergi untuk shalat Idul Fitri. (Bukhari, Tirmidzi). * Karena sebelumnya sudah berpuasa sebulan penuh, maka pada hari Idul Fitri hendaknya makan atau minum dahulu sebelum shalat menandakan bahwa pada hari itu kita tidak berpuasa. Nabi saw. biasa makan beberapa kurma dengan ganjil sebelum shalat Idul Fitri. (Bukhari).

☑ Dan disunnahkan agar tidak memakan apapun sebelum melaksanakan shalat Idul Adha. (Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad).

☑ Shalat hari Raya boleh dilaksanakan tanpa menggunakan mimbar. (Bukhari).

☑ Tidak ada adzan dan iqamat pada shalat hari Raya. Dan tidak ada shalat sunnah qabliyah atau ba’diyah hari Raya. (Bukhari).

☑ Sunnah ada khutbah setelah shalat hari Raya. (Bukhari).

☑ Sunnah memendekkan shalat Hari Raya dan memanjangkan khutbah serta memperbanyak takbir. (Ibnu Majah). * Disunnahkan takbir dengan suara keras. (Bukhari).

☑ Hendaknya menyegerakan shalat Idul Adha dan melambatkan shalat Idul Fitri.

☑ Dianjurkan bersedekah setelah shalat hari Raya. Biasanya Nabi saw. setelah turun dari khutbah ditemani oleh Bilal ra. langsung membuka sorbannya untuk menerima sedekah dari para sahabat. (Bukhari).

☑ Makruh membawa senjata pada hari Raya, apalagi terhunus. (Bukhari).

☑ Wanita yang haid dianjurkan datang ke tempat shalat hari Raya dan ikut bertakbir namun ditempatkan terpisah. (Bukhari, Muslim, Abu Dawud). * Dan khatib disunnahkan memberi nasehat khusus bagi kaum wanita setelah khutbah hari Raya. (Bukhari).

☑ Imam hari Raya hendaknya memakai satir atau penghalang. (Bukhari). * Sebab, shalat di lapangan terbuka tidak ada dinding di hadapan. Penghalang bagi imam sudah mencukupi untuk seluruh jamaah.

☑ Sunnah membaca surat Al-Ala di rakaat pertama, dan Al-Ghasyiyah di rakaat kedua pada shalat hari Raya. Nabi saw. pun pernah membaca surat Qaf dan ‘Iqtarabatis saa’ah’. (Jamaah, kecuali Bukhari).

☑ Sebaiknya berjalan menuju tempat hari Raya melalui jalan yang tidak biasa dilewati. Dan pergi pulang melalui jalan yang berbeda. (Bukhari). * Asal aman

Siap amalkan dan sampaikan kepada saudara saudara yang selesai membaca, Adab adab Sunnah Hari Raya Lengkap, sunnah sebelum shalat idul adha, sunah idul adha, sunnah sebelum shalat idul fitri, tata cara shalat idul fitri, Bab Hari Raya dan adab adabnya
Read more

Adab adab Sunnah Berdoa Lengkap

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Adab adab Sunnah Berdoa Lengkap
Adab adab Sunnah Berdoa Lengkap - Alhamdulillah bersyukur kita kepada allah karena masih diberikan taufik untuk belajar untuk menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dalam berdoa. Banyak sekali adab adab berdoa yang harus kita ketahui agar doa kita makbul, dan perlu tahu waktu waktu yang tepat untuk berdoa, berikut ini adalan Bab Doa dan adab adabnya :

☑ Sesering mungkin berdoa kepada Allah. Lebih sering berdoa, akan lebih disukai oleh Allah swt.. (Alquran, Thabrani). * Orang-orang yang tidak suka berdoa, seolah-olah ia meyakini atas kemampuan diri sendiri tanpa bersandar kepada Allah. Orang seperti ini, adalah orang-orang yang sombong atas diri sendiri.

☑ Hendaknya berdoa sambil mengangkat tangan dengan telapak tangan terbuka ke atas. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, Hakim). * Jangan berdoa dengan punggung tangan menghadap ke atas, kecuali pada shalat Istisqa dan minta dijauhkan dari bala. (Abu Dawud, Thabrani, Baihaqi, Ibnu Majah).

☑ Dianjurkan berdoa dengan menghadap ke kiblat. (Tirmidzi, Thabrani).

☑ Sunnah memulai doa dengan memuji Allah, lalu bershalawat ke atas Rasulullah saw.. (Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, Baihaqi, Hakim).

☑ Berdoa hanya untuk hal-hal yang dihalalkan oleh agama. Jangan berdoa untuk hal-hal yang dilarang atau diharamkan. (Muslim, Ahmad, Abu Dawud).

☑ Hendaknya merasa yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa kita. Jangan ada keragu-raguan. Apabila ada prasangka bahwa Allah tidak akan mengabuikan doa kita, maka Allah tidak akan mengabulkannya karena Allah bergantung pada sangkaan hamba-Nya. (Tirmidzi, Hakim).

☑ Hendaklah menangis ketika berdoa. Jika tidak bisa menangis, berpura-puralah untuk menangis. (Baihaqi).

☑ Setiap doa boleh diulangi sampai tiga kali. Dan diakhiri dengan ‘Aamiin’ yang berarti; “Kabulkanlah, ya Allah”. Jika berdoa dengan berjamaah, maka salah seorang berdoa dan yang lain mengaminkannya. (Abu Dawud). * Yang berdoa dan yang mengaminkan akan mendapatkan ganjaran yang sama. Dan disunnahkan mengamini do’a kita walaupun berdoa sendirian. (Ibnu Adi).

☑ Sunnah mengusapkan tangan ke muka setelah selesai berdoa. (Abu Dawud, Thabrani, Baihaqi, Ibnu Majah).

☑ Rasulullah saw. biasa berdoa dengan mendahulukan untuk dirinya sendiri kemudian untuk orang lain. (Tirmidzi, Ibnu Hibban, Ahmad, Hakim).

☑ Sebelum berdoa pastikan bahwa apa yang di badan kita adalah halal. Allah swt. tidak menerima doa seseorang yang pada dirinya, baik makanan, minuman, dan berpakaiannya dari cara yang haram. (Muslim).

☑ Jangan berdoa dengan suara terlalu keras atau berlebihan. Hendaknya berdoa dengan suara yang merendah dan bertawadhu kepada Allah. (Alquran).

☑ Berdoa harus dengan penuh keyakinan dan kesungguhan. Tidak boleh berdoa dengan berkata, “Kalau Engkau mau, ya Allah”. Hal itu menunjukkan ketidaksungguhan dalam berdoa. (Bukhari, Muslim, Ahmad, Nasa’i).

☑ Apabila doa belum diterima oleh Allah, hendaknya kita mengakui bahwa doa kita sudah diijabah oleh Allah swt. dengan mengatakan:

Artinya: “Maha Suci Allah dengan segala nikmat-Nya menyempurnakan orang-orang yang shaleh.” (Baihaqi).

☑ Jika doa kita belum diijabah/ dikabulkan, maka ucapkan:

Artinya: “Segala puji bagi Allah dari segala keadaan.” (Baihaqi).

☑ Hendaknya selalu meminta maaf dan afiat kepada Allah swt.. (Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi).

☑ Hendaknya selalu berdoa meminta surga. Dan jika meminta surga, mintalah surga Firdaus. Barangsiapa meminta surga tiga kali, maka surga akan mengatakan, “Ya Allah, masukanlah ia ke dalam surga.” Tiga kali. Dan neraka berkata, “Ya Allah Jauhkanlah ia dari neraka!” (Hakim, Nasa’i).

☑ Sunnah memulai doa dengan menyebut Asmaul Husna. Rasulullah saw. sering mengucapkan, “Yaa Hayyu, Ya Qayyuum.” (Tirmidzi).

☑ Hendaknya berdoa dengan doa yang pernah dibaca dan diajarkan oleh Nabi saw. atau doa yang terdapat di dalam Alquran. Dan tidak boleh berdoa meminta kematian. (Bukhari, Muslim, Nasa’i).

☑ Hendaknya memahami arti doa kita. Jangan berdoa dengan doa yang tidak tahu maksudnya. Boleh berdoa dengan menggunakan bahasa masing-masing agar dapat memahami arti doanya. (Abu Dawud, Ibnu Majah).

☑ Lebih baik berdoa dengan kata-kata yang ringkas, tetapi bermakna dalam dan luas. (Bukhari). * Seperti doa meminta kebaikan dunia dan akherat. Itu adalah salah satu doa yang ringkas dan luas maknanya.

☑ Berdoa tetap harus diiringi dengan usaha untuk memperoleh hasil doa kita.

☑ Disunnahkan berdoa ketika mendengar ayam berkokok, karena ia melihat malaikat. Dan disunnahkan membaca ta’awudz ketika mendengar lolongan anjing atau ringkikan keledai, karena ia melihat syetan. (Bukhari).

Doa-doa Yang Mustajab

☑ Doa orang yang beribadah haji. Doa orang yang sedang sakit. (Muslim, Baihaqi, Abu Dawud).

☑ Doa seseorang untuk orang lain yang tidak ada di dekatnya. Ini adalah doa tercepat dikabulkan oleh Allah swt. (Thabrani, Tirmidzi, Ibnu Majah).

☑ Doa seseorang yang adil dan bijaksana. Doa orang yang dizhalimi. Allah akan cepat mengabulkan doa mereka karena antara Allah dengan mereka tidak ada penghalang sama sekali. Doa orang,tua untuk anaknya. (Ibnu Majah).

☑ Doa seorang musafir. (Ibnu Majah, Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa’i). * Asal perjalanannya bukan untuk kemaksiatan.

☑ Doa orang yang sedang berpuasa. Doa orang yang banyak menghabiskan waktunya untuk berdzikir mengingat Allah. (Baihaqi).

Waktu-waktu Doa Mustajab

☑ Setelah shalat fardhu lima waktu dan setelah mengkhatam tilawat Alquran 30 juz. (Thabrani).

☑ Ketika bersujud dalam shalat, sebagai waktu yang terdekat antara hamba dengan Allah swt.. (Muslim, Abu Dawud, Nasa’i).

☑ Sebelum waktu Shubuh. (Muslim, Abu Dawud, Nasa’i).

☑ Ketika Fii sabiilillah, sedang berjuang di jalan Allah. (Thabrani).

☑ Ketika adzan. (Thabrani, Hakim).

☑ Ketika turun hujan lebat. (Hakim).

☑ Antara adzan dan iqamat. (Abu Dawud, Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i).

☑ Sepertiga akhir malam. (Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Abu Dawud).

☑ Ketika melihat Ka’bah. Ketika berlari antara Shafa dan Marwa. Ketika wukuf di Arafah. Ketika melempar jumrah. (Baihaqi).

Semoga saudara saudara dapat mengamalkannya, dan kehidupannya diberkahi. Adab adab Sunnah Berdoa Lengkap, Bab Doa dan adab adabnya, waktu waktu doa dikabulkan
Read more

Mudzakarah 6 Sifat Sahabat R.a

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم 
 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
Mudzakarah 6 Sifat Sahabat R.a, bayan 6 sifat sahabat, 6 sifat para sahabat, enam sifat jamaah tabligh, download enam sifat sahabat, 6 sifat sahabat yang unggul, 6 sifat sahabat pdf, muzakarah 6 sifat, Ringkasan 6 sifat sahabat,
Mudzakarah 6 Sifat Sahabat R.a
Mudzakarah 6 Sifat Sahabat R.a - Alhamdulillah kali ini saya akan menulis artikel ringkasan 6 sifat sahabat r.a, Ada org bertanya kepada Da'i2 yg dari arab,yordan dan yaman, yg sebelumnya menganut faham wahabi yakni tdk mau menerima sesuatu yg tdk ada tuntunan dari al Qur'an dan As sunnah. Ketika mereka ditanya kenapa mereka mau terima enam sifat..?

Jawab

Mereka katakan bahwa enam sifat ada dlm surat Thaha yakni pesan Allah SWT kepada Nabi Musa as, sebelum dakwah kepada fir'aun yakni :

1. Sesungguhnya Aku ini Allah, tdk ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku. (Qs. Thaha 14).
2. Dan dirikanlah shalat utk mengingatKu. (Qs. Thaha 14).
3. Pergilah engkau beserta saudaramu dgn membawa tanda-tanda kekuasaanKu dan janganlah kamu berdua lalai mengingatKu. (Qs. Thaha 42).
4. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (firaun) dgn kata-kata lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut. (Qs. Thaha 44).
5. Dan Aku telah memilihmu (menjadi Rasul) utk diriKu. (Qs. Thaha 41).
6. Pergilah kamu berdua kepada fir'aun, karena dia benar-benar melampaui batas. (Qs. Thaha 43)

Lihatlah point-point enam sifat, adakah yg ikhtilaf dgn al Qur'an dan hadist ?
Namun enam sifat ini bukan hanya utk dihapal saja, tp bagaimana menjadi sifat dlm diri kita.

Maulana yusuf Rah.a mengatakan :

Ada org yg merasa berada dlm kerja dakwah, tetapi sebenarnya dia tdk berada dlm kerja dakwah. Yaitu org yg pandai bayan, mudzakarah, dsb. Namun tdk ada enam sifat dlm dirinya.

Maulana Ilyas Rah. a berkata :

Ada satu hal yg mengerikan dlm kerja dakwah ini yaitu org yg sibuk membentuk jamaah cash tp tdk mengusahakan enam sifat dlm dirinya. Utk mendapatkan sifat2 baik ini wujud pd diri kita, maka kita hrs mendakwahkan dan mentablighkan lebih dahulu kebaikan2 itu dgn sifat2 nya. Maka, kemudahan dlm berdakwah seperti pakai tv, radio, majalah, intetnet dsb. Hal ini tdk bermujahadah sehingga tdk menimbulkan perbaikan diri dan sulit terbentuk sifat2 mulia ini sedangkan mujahadah mengorbankan harta, waktu dan diri serta kesusahan dlm dakwah, akan menimbulkan perbaikan diri shg mudah terbentuk sifat2 mulia ini

Mudzakarah 6 Sifat Sahabat R.a

Sesungguh allah SWt telah meletakan kebahagiaan kesuksesas dan kejayaan manusia dunia akhirat hanya dalam  agama yang sempurna, seperti yang dibawa oleh baginda nabi muhammad SAW. Meliputi Iman, Ibadah, Muamalah, Mu’asyarat dan Akhlaq. Pada saat ini umat islam belum mampu mengamalkan agama secara sempurna karena lemahnya iman. Akan tetapi para sahabat nabi saw. telah mampu mengamalkan agama secara sempurna karena mereka memiliki sifat sifat mulia. Umat pada saat inipun akan mampu mengamalkan agama secara sempurna apabila mereka memiliki 6 sifat seperti para sahabat R.A. 6 sifat sahabat diantaranya :
  • 1. Yakin atas kalimah thoyyibah “laa ilaaha illallah MuhammadurRasulullah”
  • 2. Sholat khusyu’ dan khudlu’
  • 3. Ilmu ma’adzikir
  • 4. Ikromul Muslimin
  • 5. Tashihun niyyah
  • 6. Da’wah dan tabligh khuruj fi sabilillah.
6 sifat sahabat RadhiAllahu Anhu tersebut bukan merupakan wujud agama yang sempurna, karena agama yang sempurna terkandung dalam Al ‘Qur’an dan Al ‘Hadits, tetapi apabila 6 sifat para sahabat tersebut ada dalam diri kita maka Allah Subhanahuwa Ta’ala akan memberikan kemudahan kepada kita untuk mengamalkan agama secara sempurna.

1. Yakin atas kalimah thoyyibah “laa ilaaha illallah MuhammadurRasulullah“.
لا إله إلا الله محمد رسول الله
Artinya: Tidak ada yang berhak disembah selain Allah Subhanahuwa Ta’ala. Dan Baginda Muhammad SallaAllahu Alayhi was Sallam. Adalah utusan Allah.
Maksudnya :

Mengeluarkan keyakinan pada mahluk dari dalam hati dan memasukkan keyakinan hanya kepada Allah Subhanahuwa Ta’ala. Di dalam hati.

Keuntungannya :
1. Barang siapa yang meninggal dunia sedang ia mengetahui (meyakini) bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali allah, maka dia pasti masuk surga (Hr. Muslim dari Utsman R.a Muntakhab Ahaadits hal.27)

2. Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan hatinya membenarkan lisannya, maka dia akan masuk surga dari pintu mana yang dia kehendaki. (Hr Abu Ya'la dari Abu Bakar ash-siddiq ~ Muntakhab Hadits )

3. Sekecil-kecil iman dalam hati maka akan Allah berikan surga yang luasnya 10 kali dunia. (Hr. Ahmad dari Abu Harairah R.a dan Abu Sa'id R.a ~ At-Targhib Wat-Tarhib IV/502)
Cara mendapatkannya:

  • 1. Dakwahkan pentingnya iman yakin.
  • 2. Latihan dengan cara memperbanyak halaqoh-halaqoh/majlis iman yakin (bicara atau dengar).
  • 3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakikat iman dan yakin.

MuhammadurRasulullah
Artinya : 
Muhammad SAW. Adalah Utusan Allah

Meyakini hanya satu-satunya jalan untuk mencapai kejayaan dunia dan akherat hanya dengan cara ikut Kehidupan sunnah Rasulullah SallaAllahu Alayhi was Sallam.

Keuntungannya :
1. Rasulullah SallaAllahu Alayhi was Sallam bersabda, Tidak akan masuk neraka seseorang yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan Aku (Muhammad) sebagai utusan Allah. (Hr. Muslim dari Itban bin Malik R.a potongan hadits ~ Muntakhab Hadits )

2. Rasulullah SallaAllahu Alayhi was Sallam bersabda barang siapa yang berpegang teguh dengan sunnahku dikala rusaknya ummatku maka baginya pahala 100 orang mati syahid. (Hr. Baihaqi dari Ibnu Abbas R.huma ~ At-Targhib - Wat-Tarhib I/80)

3. Rasulullah SallaAllahu Alayhi was Sallam Bersabda barang siapa menghidupkan sunnahku sungguh dia cinta padaku, dan barangsiapa yang cinta padaku maka akan bersamaku didalam surga. (Hr. as-Sajzi, hadits marfu' dari anas r.a ~ al-jami'us saghir hal. 161)
Cara mendapatkan:
1. Dakwahkan pentingnya menghidupkan sunnah Rasulullah SallaAllahu Alayhi was Sallam.

2. Latihan, yaitu dengan cara menghidupkan sunnah Rasulullah SallaAllahu Alayhi was Sallam. Dalam kehidupan kita selama 24 jam.

3. Berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk menghidupkan sunnah.
2. Sholat khusyu’ dan khudlu’

Artinya: 

Shalat dengan konsentrasi batin dan merendahkan diri dengan mengikut cara yang dicontohkan oleh Rasulullah SallaAllahu Alayhi was Sallam

Maksud Shalat Khusu' dan Khudu

Membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah Subhanahuwa Ta’ala didalam shalat kedalam kehidupan sehari-hari.

Fadhilah:
1. إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
Artinya : “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45).

2. Allah berfirman:  وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ
Artinya : ”Dan mintalah pertolongan (kepada) Allah dengan sabar dan sholat.(Qs. al-Baqarah {2}: 45 )

3. "Sholat adalah sebaik baik amal yang ditetapkan (allah untuk hamba-NYA)"
Cara mendapatkan:
1. Dakwahkan pentingnya shalat

2. Latihan dengan cara:
         a. Memperbaiki dhahirnya shalat.
         b. Menghadirkan keagungan Allah
         c. Belajar menyelesaikan masalah dengan shalat

3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat shalat khusyu dan khudu.
3. Ilmu ma’adzikir

Arti Ilmu: 
Semua petunjuk yang dating dari Allah Subhanahuwa Ta’ala melalui Baginda Rasulullah SallaAllahu Alayhi was Sallam.

Arti Dzikir: 
Mengingat Allah sebagaimana agungnya Allah.

Maksud Ilmu ma’adzikir

Mengamalkan perintah Allah Subhanahuwa Ta’ala. Pada setiap saat dan keadaan dengan menghadirkan keagungan Allah didalam hati dan ikut cara Rasulullah SallaAllahu Alayhi was Sallam.

Fadhilah Ilmu:
1. مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

Artinya : Barang siapa yang dikehendaki allah untuk diberi kebaikan pada seorang hamba, maka akan Allah fahamkan dirinya pada masalah agama. (Hr. Muttafaq 'alaih dari mu'awiyah r.a ~ al abwab al muntakhab al al mashabih hal. 69)


2. Barangsiapa berjalan mencari ilmu maka akan Allah mudahkan untuknya jalan menuju surga. (Hr. Muslim, Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Hakim dari abu hurairah r.a ~ At Targhib Wat Tarhib I/94)


3. “Wahai Abu Dzar, Sesungguhnya kepergianmu pada pagi hari untuk mempelajari satu ayat dari kitab Allah itu lebih baik bagimu dari pada kamu Shalat seratus rakaat. Dan sesungguhnya kepergianmu pada pagi hari untuk mempelajari satu bab dari ilmu, baik diamalkan atau tidak, itu lebih baik bagimu daripada shalat seribu rakaat.”(Hr. Ibnu Majah)
Fadhilah Dzikir:
1. Perumpamaan orang yang berdzikir dengan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang yang hidup dibandingkan dengan orang yang mati. (Hr.Bukhari)

2. Allah berfirman: Ingatlah, Hanya Dengan mengingat Allah maka hati akan menjadi tenang. (Q.s Ar-Ra'ad {13} : 28)

3. Allah berfirman: Ingatlah pada Ku niscaya Aku akan ingat kepadamu. (Q.S Al-Baqarah {2} : 152 )
Cara mendapatkan ilmu fadhail:
1. Dakwahkan pentingnya ilmu fadhail

2. Latihan dengan cara:
  • a. Duduk dalam halaqoh fadhail di masjid dan di rumah.
  • b. Ajak manusia untuk duduk dalam halaqoh fadhail
  • c. Hadirkan fadhail dalam setiap amalan .
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ilmu fadhail.
Cara mendapatkan ilmu masail:
1. Dakwahkan pentingnya ilmu masail

2. Latihan dengan cara:
  • a. Duduk dalam halaqoh masail dengan para alim ulama.
  • b. Bertanya kepada ulama baik untuk masalah agama maupun dunia.
  • c. Sering berziarah kepada para alim ulama .

3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ilmu masail.
Cara mendapatkan dzikir:
1. Dakwahkan pentingnya dzikir kepada Allah Subhanahuwa Ta’ala.

2. Latihan dengan cara:
  • a. Setiap hari membaca Al ‘Quran (usahakan 1 juz).
  • b. Membaca tasbihat, shalawat dan istigfar masing-masing 100 X.
  • Ketika membaca tasbihat maka hadirkan kemahasucian Allah
  • Ketika membaca shalawat maka ingat jasa-jasa Rasulullah kepada kita.
  • Ketika membaca istigfar maka hadirkan sifat Maha Pengampunnya Allah.
  • c. Amalkan doa-doa masnunah (harian) .

3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat dzikir.
4. Ikromul Muslimin

Arti:
Memuliakan sesame orang islam/muslim.
Maksud ikramul muslimin: Menunaikan hak-hak semua orang islam tanpa meminta hak daripadanya.

Fadhilah:
1. Allah akan menolong seorang hamba selagi dia menolong saudaranya. (Hr. Muslim, abu daud, tirmidzi)

2. Barang siapa menutup aib saudaranya yang muslim maka Allah akan menutup aibnya dan barang siapa membuka aib saudaranya yang muslim maka Allah akan membuka aibnya sampai dia akan dipermalukan di rumahnya sendiri.(Hr. Muslim, abu daud, tirmidzi)

3. Senyummu didepan saudaramu adalah sedekah bagimu ... (Hr. Tirmidzi)
Cara mendapatkan:
1. Dakwahkan pentingnya ikram

2. Latihan dengan cara:
  • a. Memberi salam kepada orang yang kita kenal ataupun yang tidak kita kenal.
  • b. Menyayangi yang muda, menghormati yang tua, memuliakan ulama dan menghormati sesama.
  • c. Berbaur dengan semua orang yang berbeda-beda wataknya.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan ahlaq sebagaimana ahlaq Baginda Rasulullah SallaAllahu Alayhi was Sallam.
5. Tashihun niyyah /Ikhlas

Arti : 
Membetulkan/meluruskan niat

Maksud tashihun niat
Membersihkan niat pada setiap amalan semata-mata karena Allah Subhanahuwa Ta’ala.

Fadhilah:

1. Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amalan seseorang kecuali dengan ikhlas. (Hr. Nasa'i)

2. Sesungguhnya Allah tidak memandang pada rupamu dan hartamu tetapi Dia akan memandang pada hatimu dan amalanmu. (Hr. Muslim)

3. Baginda Rasulullah SallaAllahu Alayhi was Sallam. Bersabda: Wahai Muadz jagalah keihklasan karena amal yang ikhlas walau sedikit akan mencukupi. (Hr. Hakim)

Cara mendapatkan:
1. Dakwahkan pentingnya ikhlas.

2. Latihan dengan cara: setiap beramal periksa niat kita, sebelum beramal, ketika beramal dan setelah beramal, bersihkan niat agar semata-mata hanya karena Allah.

3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ikhlas dalam beramal.
6. Da’wah dan tabligh khuruj fi sabilillah

Arti: 

Dakwah mengajak, Tabligh menyampaikan dan khuruj fisabilillah adalah keluar di jalan Allah.

Maksud:

1. Memperbaiki diri, yaitu bagaimana agar dapat menggunakan harta diri dan waktu sebagaimana yang diperintahkan Allah.

2. Menghidupkan agama secara sempurna pada diri sendiri dan semua manusia diseluruh alam dengan menggunakan harta dan diri sendiri.

Fadhilah:
1. Allah berfirman: dan adakah yang perkataannya lebih baik daripada seseorang yang mengajak manusia kepada Allah. (QS. Fushshilat {41} : 33)

2. Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk kebaikan dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkan. (Hr. Muslim, Ahmad, Imam yang 4)

3. Sepagi sepetang dijalan Allah lebih baik daripada mendapatkan dunia dan seisinya. (Hr. Bukhari)

Cara mendapatkan:
1. Dakwahkan pentingnya dakwah dan tabligh.

2. Latihan dengan cara : keluar dijalan Allah minimal 4 bulan seumur hidup, 40 hari setiap tahun, 3 hari setiap bulan dan 2, 5 jam setiap hari. Tingkatkan dengan cara bertahap-tahap menjadi 4 bl tiap tahun, 10h tiap bulan dan 8 jam setiap hari.

3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat dakwah dan tabligh yaitu dapat menggunakan harta, diri dan waktu untuk kepentingan agama.
Read more

Dua Warisan Kerja Dunia

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم
  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
dua warisan nabi muhammad, 2 perkara yang ditinggalkan rasulullah, perhitungan warisan dalam islam, hukum beriman kepada kitab kitab allah adalah, hadits tentang warisan nabi,
Dua Warisan Kerja Dunia
Dua Warisan Kerja Dunia - Alhamdulillah segala puji bagi allah SWT yang sudah memberikan taufik dan hidayahnya kepada saya hingga bisa menulis artikel untuk kepentingan umat nabi Muhammad SAW. Ada Dua Warisan Kerja Di Dunia Ini, Yaitu :

Pertama - Kerja Nubuwwah.

Yaitu Usaha Mendatangkan Qudrat Allah S.W.T. Untuk Melakuka Kerja Ini, Diperlukan Sifat-Sifat Yang Mulia, Seperti Sabar, Tawadhu, Tawakkal, Qona’ah Dan Lain Sebagainya. Untuk Mendapatkan Sifat-Sifat Ini, Harus Istiqomah Di Jalan Allah.

Kerja  Nubuwwah  Adalah  Mengajak Taat  Kepada Allah Dan Rosulnya,  Sebagaimana Kehidupan Pada Zaman Para Sahabat. Penguasa Tidak Perlu  Turun Dari  Kekuasaannya.  Usaha Dakwah  Ini Tidak  Memerlukan  Kerajaan  Atau Pun Menurunkan Raja Dari Tahtanya.  Dakwah Hanya  Menginginkan  Bagai  Mana  Para Raja Berperan  Serta  Dalam  Usaha  Ini  dan Memasyarakatkan Usaha  Dakwah Ke Dalam  Kerajaannya.  Seorang  Petani, Pedagang , Pelajar Atau Pejabat, Baik Lelaki, Wanita, Tua Maupun Muda, Semua Dapat Melakukan Usaha Dakwah Ini.

Ciri-Cirinya Adalah :
  • 1.  Mendatangi Umat Tanpa Diundang ( Seperti Hujan ).
  • 2.  Memberi Contoh Bukan Sekedar Ucapan. Menghidupkan Sunnah Rasulullah ﷺ. Bukan Sekedar Mau’izhah Hasanah, Tetapi Sekaligus Sebagai Uswatun Hasanah. Membicarakan Keagungan Allah S.W.T Dan Alam Akhirat, Bukan Kehebatan Makhluk.
  • 3.  Tidak Mengharapkan Atau Meminta Upah Atas Pengorbanan Harta Dan Diri Sendiri.
  •  4.  Bersifat Umumiyat, Semua Orang Dapat Melakukan Kerja Ini. Hasil Kerja Nubuwwah Adalah Timbulnya Rasa Kasih Sayang. Kerja Ini Akan Mengikis Habis Kekuasaan Yang Zhalim, Seperti Dakwah Yang Dilakukan Oleh Musa A.S Kepada Fir’aun Dan Dakwah Nabi Ibrahim A.S Kepada Namrudz..

Ke - 2 Kerja Hukumah.
yaitu Kerja Untuk Memperoleh Keuntungan Diri Sendiri.
Ciri-Ciri Kerja Hukumah Ialah Mengajak Manusia Kepada Selain Allah S.W.T. Mengumpulkan Orang-Orang Untuk Mengambil Manfaat Dunia, Berupa Harta, Pangkat, Jabatan Dan Sebagainya. Hasil Kerja Hukumah Adalah Keterikatan Dan Paksaan.

Macam-Macam Bentuk Usaha Serta Hasilnya
Usaha
Tempat
Hasil
Perdagangan
Pasar
Laba/Keuntungan
Pertanian
Sawah/Ladang
Bahan Makanan
Perindustrian
Pabrik
Barang/Benda
Politik
Masyarakat
Jabatan
Pendidikan
Sekolah
Ilmu
Jasa
Kantor
Gaji

Sumber : buku khuruj fi sabillah halaman 16 - 17

dua warisan nabi muhammad, 2 perkara yang ditinggalkan rasulullah, perhitungan warisan dalam islam, hukum beriman kepada kitab kitab allah adalah, hadits tentang warisan nabi,
Read more

Kisah Al Thufail Bin ‘Amr Al Dausy Ra Lengkap

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم
 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Kisah Al Thufail Bin ‘Amr Al Dausy Ra Lengkap, biografi ath thufail bin amr, riwayat thufail bin amr, sejarah thufail bin amru ad-dausy, biografi abdullah bin hudzafah, sejarah hidup abu jahal, abdullah bin jahsy,
Kisah Al Thufail Bin ‘Amr Al Dausy Ra Lengkap
Kisah Al Thufail Bin ‘Amr Al Dausy Ra Lengkap - Allah maha mengetahui maha agung allah maha tinggi allah maha besar segala puji bagi zat yang maha kekal allah SWT. Semogakita selalu diberika hidayah untuk bisa taat kepada segala perintahnya dan menjahui larangannya. Baiklah Sekarang saya akan posting Kisah Al Thufail Bin ‘Amr Al Dausy Ra Lengkap

“Allahumma Ij’alhu Ayatan Tu’inuhu Ala Ma Yanwi Minal Khair (Ya Allah Berikanlah Untuknya Satu Tanda Kekuasaan yang Dapat Membantunya Mengerjakan Kebaikan yang Telah Ia Niatkan.” (Salah Satu Do’a Rasul Saw Untuknya)

Al Thufail bin ‘Amr Al Dausy adalah pemimpin kabilah ‘Daus’ pada masa jahiliah. Dia adalah salah satu sosok pemuka Arab yang berpengaruh, dan salah seorang tokoh yang terhormat… Tungku tidak pernah diturunkan dari perapian baginya, dan tidak ada pintu yang tertutup baginya… Ia gemar memberi makan orang yang lapar, memberi rasa aman bagi orang yang ketakutan dan melindungi orang yang memohon perlindungan. Ditambah lagi dia adalah sosok yang beradab, cerdas dan pintar. Ia adalah seorang penyair yang memiliki perasaan yang peka dan lembut. Dia amat mengerti dengan manis dan pahitnya pembicaraan… sehingga kalimat yang diucapkannya mengandung bobot magis bagi yang mendengarnya.

Al Thufail meninggalkan rumah tinggalnya di Tihamah3 menuju Mekkah. Kala itu pergumulan masih terus berlangsung anyara Rasulullah Saw dengan para kafir Quraisy. Masing-masing pihak membutuhkan pendukung dan sahabat… Rasul Saw berdo’a kepada Tuhannya dan yang menjadi senjata Beliau adalah keimanan dan kebenaran. Sedang kafir Quraisy menentang dakwah Rasul dengan segala jenis senjata, dan mereka berusaha menghalangi manusia dari Beliau dengan cara apapun. Al Thufail mendapati dirinya telah berada dalam peperangan itu tanpa persiapan apapun dan ia turut serta di dalamnya tanpa sengaja… Ia tidak datang ke Mekkah dengan tujuan ini, dan tidak ada dalam benaknya urusan Muhammad dan Quraisy.
______________________________________________________________
3Daerah pinggir laut di Jazirah Arab yang sejajar dengan Laut MErah
______________________________________________________________

Dari sini maka dimulailah sebuah hikayat yang tak pernah terlupa bagi Al Thufail bin ‘Amr Al Dausy; Mari kita simak kisah ini, karena ia adalah sebuah kisah yang aneh. Al Thufail mengisahkan: “Aku tiba di Mekkah. Begitu para pemimpin Quraisy melihatku, mereka mendatangiku dan mereka menyambutku dengan begitu mulia. Dan mereka memposisikan diriku dengan begitu terhormat. Lalu para pemimpin dan pembesar mereka berkata kepadaku: “Ya Thufail. Engkau telah datang ke negeri kami. Ada seorang disini yang mengaku bahwa ia adalah seorang Nabi yang telah merusak urusan dan mencerai-berai persatuan serta jama’ah kami. Kamikhawatir ia dapat mengganggumu dan mengganggu kepemimpinanmu pada kaummu sebagaimana yang telah terjadi pada diri kami. Maka janganlah engkau berbicara dengannya, dan janganlah kau dengar apapun dari pembicaraannya; sebab ia memiliki ucapan seperti seorang penyihir: yang dapat memisahkan seorang anak dari ayahnya, dan seorang saudara dari saudaranya, dan seorang istri dari suaminya.”

Al Thufail berkata: “Demi Allah, mereka terus saja menceritakan kepadaku tentang keanehan kisah Muhammad. Mereka membuat diriku dan kaumku menjadi takut dengan keajaiban perilaku Muhammad. Sehingga akupun bertekad untuk tidak mendekat kepadanya, dan untuk tidak berbicara atau mendengar apapun darinya. Saat aku datang ke Masjid untuk berthawaf di Ka’bah, dan mengambil berkah dengan para berhala yang ada di sana sebagaimana kami melakukan haji kepadanya untuk mengagungkan berhala-berhala tadi, akupun menutup telingaku dengan kapas karena khawatir telingaku mendengar sesuatu dari perkataan Muhammad. Akan tetapi bagitu aku masuk ke dalam Masjid aku mendapati ia sedang berdiri melakukan shalat dekat Ka’bah bukan seperti shalat yang biasa kami lakukan.

Ia melakukan ibadah bukan seperti ibadah yang biasa kami kerjakan. Aku senang melihat pemandangan ini. Aku menjadi tercengang dengan ibadah yang dilakukannya. Aku mulai mendekat kepadanya. Sedikit demi sedikit tanpa disengaja sehingga aku begitu dekat dengannya… Kehendak Allah berbicara lain sehingga ada beberapa ucapannya yang hinggap di telingaku. Aku mendengar pembicaraan yang baik. Dan aku berkata dalam diri sendiri: “Celaka kamu wahai Thufail… engkau adalah seorang yang cerdas dan seorang penyair. Dan engkau dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk. Lalu apa yang menghalangimu untuk mendengar apa yang diucapkan orang ini… Jika yang dibawa olehnya adalah kebaikan maka akan aku terima, jika itu adalah keburukan maka akan aku tinggalkan.”

Al Thufail masih mengisahkan: “Kemudian aku masih terdiam sehingga Rasulullah Saw kembali ke rumahnya. Aku mengikuti Beliau dan begitu ia masuk ke dalam rumahnya, akupun turut masuk. Aku berkata: “Ya Muhammad, kaummu telah menceritakanmu kepadaku bahwa kamu begini dan begitu. Demi Allah, mereka terus-menerus membuatku khawatir dari mu sehingga aku menutup kedua telingaku dengan kapas agar aku
tidak mendengarkan ucapanmu. Kemudian kehendak Allah berkata lain, sehingga aku mendengar sebagian dari ucapanmu, dan aku mengaggap hal itu adalah baik… maka ceritakanlah urusanmu padaku…! Beliau menceritakan urusannya kepadaku. Beliu juga membacakan untukku surat Al Ikhlas dan Al Falaq. Demi Allah, aku tidak pernah mendengar sebuah ucapan yang lebih baik daripada ucapan Beliau. Dan aku tidak pernah melihat urusan yang lebih lurus daripada urusannya. Pada saat itu, aku bentangkan tanganku kepadanya, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Dan akupun masuk Islam.

Al Thufail berkata: “Aku tinggal beberapa lama di Mekkah untuk mempelajari Islam dan aku selama itu aku menghapal beberapa ayat Al Qur’an yang mudah bagiku. Begitu aku berniat kembali ke kampungku aku berkata: “Ya Rasulullah, Aku adalah seseorang yang dipatuhi di keluargaku. Saat ini aku mau kembali kepada mereka dan menjadi penyeru mereka kepada Islam. Berdo’alah kepada Allah agar ia memberikan aku sebuah tanda kekuasaan-Nya yang dapat menjadi penolongku dalam berdakwah kepada mereka. Maka Rasul langsung berdo’a: “Allahumma ij’al lahu ayatan (Ya Allah jadikanlah untuknya sebuah tanda kekuasaan).”

Aku pun mendatangi kaumku, sehingga jika aku tiba di sebuah tempat yang tinggi di sekitar rumah mereka maka turunlah sebuah cahaya di antara kedua mataku seolah sebuah lampu. Aku pun berdo’a: “Ya Allah, jadikanlah ia bukan pada wajahku, sebab aku khawatir mereka menduga bahwa ini adalah hukuman yang ditimpakan ke wajahku karena aku meninggalkan agama mereka… maka cahaya tadi bergeser dan turun ke pegangan cambukku. Maka para manusia yang ada saat itu mencoba untuk melihat cahaya tadi yang berada di cambukku seolah lampu yang tergantung.

Dan aku datang menghampiri mereka dari lembah. Begitu aku turun ayah menghampiriku –Beliau saat itu sudah amat renta- Aku berkata: “Kita sudah tidak berhubungan lagi. Aku bukan milikmu dan engkau bukan milikku.” Ia bertanya: “Mengapa begitu, wahai anakku?” Aku menjawab: “Aku telah masuk Islam dan mengikuti agama Muhammad Saw” Ia berkata: “Duhai anakku, agamaku adalah agamamu.” Maka akupun berkata: “Kalau begitu, mandilah dan bersihkanlah pakaianmu. Lalu kemarilah agar aku mengajarkan apa yang pernah aku pelajari.” Lalu Beliau mandi dan membersihkan pakaiannya, kemudian Beliau datang
 
menghampiriku sehingga aku paparkan Islam kepadanya dan iapun memeluk Islam. Kemudian istriku datang dan aku berkata kepadanya: ““Kita sudah tidak berhubungan lagi. Aku bukan milikmu dan engkau bukan milikku.” Ia bertanyaL “Mengapa demikian? Demi ibu dan bapakku.” Aku menjawab: “Islam telah memisahkan antara kita. Aku telah masuk Islam dan mengikuti agama Muhammad Saw.” Ia berkata: “Kalau begitu, agamaku adalah agamamu.” Aku berkata: “Bersucilah dengan air Dzu Syara4!” Ia bertanya: “Demi ibu dan bapakku, apakah engkau tidak khawatir terkena musibah dari Dzu Syara?!” Aku menjawab: “Celaka kamu dan Dzu Syara… aku katakan kepadamu: pergilah dan mandilah di sana di tempat yang jauh dari pandangan manusia. Aku jamin pasti batu yang tuli itu tidak dapat melakukan apapun kepadamu.” Iapun berangkat dan mandi. Kemudian ia datang lagi dan aku paparkan Islam kepadanya sehingga iapun mau memeluknya. Kemudian aku berdakwah kepada penduduk Daus namun mereka tidak menjawab dengan segera ajakan ini kecuali Abu Hurairah dan Beliau adalah manusia yang paling dulu masuk Islam dari mereka.”

Al Thufail berkata:“Aku mendatangi Rasulullah Saw di Mekkah dan aku mengajak Abu Hurairah saat itu… Nabi Saw bertanya kepadaku: “Apa yang ada di belakangmu wahai Thufail?” Aku menjawab: “Hati yang tertutup, dan kekafiran yang dahsyat. Di daerah Daus kefasikan dan kemaksiatan telah merajalela.” Lalu Rasulullah Saw berdiri, berwudhu lalu shalat dan ia mengangkatkan tangannya ke langit. Abu Hurairah berkata saat itu: “Ketika aku melihat Beliau melakukan hal itu aku khawatir Beliau mendo’a kan kaumku sehingga mereka dapat binasa… Maka akupun berkata: “Ya kaumku….” Akan tetapi Rasulullah Saw berdoa: “Ya Allah berilah petunjuk bagi kaum Daus… Ya Allah berilah petunjuk bagi kaum Daus… Ya Allah berilah petunjuk bagi kaum Daus.” Lalu Beliau menoleh ke arag Thufail seraya bersabda: “Kembalilah ke kaummu dan berlaku haluslah kepada mereka dan ajaklah mereka memeluk Islam!”

Al Thufail berkata: Aku masih saja terus berdakwah di daerah daus hingga Rasulullah Saw berhijrah ke Madinah. Meletuslah perang Badr,Uhud, dan Khandaq. Aku datang menghadap Nabi dengan membawa 80 kepala keluarga dari daerah Daus yang telah masuk Islam dan menjalankan keislamannya dengan baik. Rasulullah Saw menjadi gembira karenanya, dan Beliau membagikan kepada kami jatah ghanimah (harta
 ______________________________________________________________
4Dzu Syara adalah berhala bagi penduduk Days yang disekelilingnya terdapat air yang mengalir
dari gunung.
______________________________________________________________
rampasan perang) Khaibar5. Lalu kami berkata: “Ya Rasulullah, jadikanlah kami pasukan tempur sisi kanan dalam setiap peperangan yang kau lakukan. Dan jadikanlah semboyan kami: “Mabrur” Al Thufail masih berkisah: “Aku terus mendampingi Rasulullah Saw hingga Beliau menaklukkan Mekkah. Akupun berkata: “Ya Rasulullah, Kirimlah aku ke Dzul Kafain sebuah berhala milik ‘Amr bin Hamamah sehingga aku dapat membakarnya… Rasulpun mengizinkan Thufail untuk melakukan itu; dan ia berangkat menuju berhala itu dengan sebuah pasukan yang terdiri dari para kaumnya.

Begitu ia sampai di sana dengan tekad bulat untuk membakar berhala itu. Rupanya banyak wanita, pria dan anak-anak yang menunggu datangnya musibah bagi diri Thufail. Mereka juga menunggu datangnya petir jika Thufail berani mendekat kepada Dzul Kafain. Akan tetapi Thufail terus mendekat ke arah berhala itu dengan disaksikan oleh para penyembah berhala… ia menyalakan api amarah di hatinya… seraya membacakan mantra: Wahai Dzul Kafain aku bukanlah termasuk para penyembahmu Kami lahir lebih dahulu daripada dirimu Seiring api melahap berhala tersebut, maka terlahap juga kemusyrikan yang ada di kabilah Daus. Seluruh kaumnya masuk ke dalam Islam dan mereka melaksanakan keislamannya dengan baik.

Al Thufail bin ‘Amr Al Dausy setelah itu terus mendampingi Rasul Saw hingga Beliau kembali ke sisi Tuhannya. Begitu kekhalifahan diserahkan kepada Abu Bakar As Shiddiq, Al Thufail meletakkan diri, pedang dan anaknya untuk taat kepada khalifah Rasulullah Saw. Tatkala pecah peperangan terhadap kaum murtad, Al Thufail berangkat dalam barisan terdepan kaum muslimin untuk memerangi Musailamah Al Kadzab. Dan ia ditemani oleh anaknya yang bernama ‘Amr. Saat dalam perjalanan menuju Al Yamamah, Thufail bermimpi dan ia berkata kepada para sahabatnya: “Aku mendapatkan sebuah mimpi, oleh kalian mimpi tersebut untukku!” Para sahabatnya bertanya: “Apa mimpimu itu?” Ia menjawab: “Aku bermimpi bahwa kepalaku dicukur, dan ada seekor burung keluar dari mulutku, dan ada seorang wanita yang memasukkan aku ke dalam perutnya. Dan anakku ‘Amr mengejarku dengan cepat namun ada penghalang diantara kami.” Para sahabatnya berkata: “Mungkin akan membawa kebaikan.” Thufail
______________________________________________________________
5Khaibar: adalah sebuah oase di negeri hijaz yang dihuni oleh bangsa Yahudi
______________________________________________________________

berkata: “Demi Allah aku telah mencoba mentakwilkannya: adapun kepalaku yang tercukur itu berarti bahwa ia akan terpotong. Sedangkan burung yang keluar dari mulutku maka itu adalah ruhku… Adapun wanita yang memasukkan aku ke dalam perutnya adalah bumi dimana aku dikuburkan… Aku berharap dapat terbunuh sebagai syahid…. Sedangkan anakku yang mengejar diriku itu berarti bahwa ia juga mencari kesyahidan seperti yang akan aku dapatkan –jika Allah mengizinkan- akan tetapi ia akan mendapatkannya pada kesempatan selanjutnya.

Dalam peperangan Al Yamamah seorang sahabat agung yang bernama Al Thufail bin ‘Amr Al Dausy tertimpa ujian yang begitu besar, sehingga ia jatuh tersungkur sebagai seorang syahid di medan perang. Sedangkan anaknya yang bernama ‘Amr masih terus berperang sehingga sekujur tubuhnya penuh dengan luka dan telapak tangan kanannya putus. Ia pun kembali ke Madinah dari Al Yamamah tanpa ayah dan telapak tangannya.

Pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, ‘Amr bin Thufail datang menghadap. Saat itu Umar sedang mendapat makanan, dan banyak orang yang berada di sekelilingnya. Umar mengajak semua orang tadi untuk menikmati makanannya. ‘Amr menolak undangan makan itu. Umar lalu berkata kepadanya: “Apa yang terjadi denganmu… apakah engkau tidak mau makan karena merasa malu karena tanganmu.” Ia menjawab: “Benar, ya Amirul Mukminin.” Umar berkata: “Demi Allah, aku tidak akan mencicipi makanan ini hingga ia tersentuh oleh tanganmu yang buntung itu… Demi Allah tidak ada seorangpun di kaum ini yang sebagian anggota tubuhnya berada di surga selain kamu, (maksudnya adalah tangan ‘Amr).

Impian untuk mendapatkan syahadah (mati syahid) terus membayangi ‘Amr sejak ia berpisah dengan ayahnya. Begitu perang Yarmuk meletus, ‘Amr segera menyambutnya dengan orang-orang lain yang bersemangat. Ia terus saja berperang sehingga ia mendapatkan syahadah seperti yang didapatkan ayahnya.

Semoga Allah merahmati Al Thufail bin ‘Amr Al Dausy; dia adalah seorang syahid ayah dari seorang syahid. Untuk dapat mengenal sosok Thufail bin ‘Amr Al Dausy lebih jauh dapat merujuk ke:
______________________________________________________________
1. Al Ishabah 2/ 225 atau tarjamah 4254
2. Al Isti’ab (ala Hamisy al Ishabah) 2/230
3. Usudul Ghabah 3
/54-55
4. Shifatus Shafwah 1/ 245-246
5. Siar A’lam An Nubala 1/248-250
6. Mukhtashar Tarikh Dimasyq 7/ 59-64
7. Al Bidayah wa An Nihayah 6/337
8. Syuhada Al Islam 138-143
9. Sirah Bathal karya Muhammad Zaidan yang diterbitkan oleh Al
Dar Al Su’udiyah tahun 1386 H.

Semoga allah SWT bisa menjadikan kita seperti para shabat, jasbah mereka dalam membela agama sangatlah patut dicontoh. Percayalah jika kita menjadikan dakwah menjadi maksud hidup maka berkah.
Read more